Minggu, 18 April 2010

Semangat Belajar

Agar kita bersemangat dalam belajar, ada hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. usahakan kita dalm keadaan hati yang riang
2. minum fitamin agar tejaga stamina
3. jangan belajar sambil tiduran
4. berdoa sebelum belajar
5. cari tempat yang nyaman.dll

Apa Itu Yaakaalayyy

yaakaalayyy apasi itu pertama kali saya mendengarnya, ohh ternyata bahasa baru dalam pergaulan dikampus.
Yaakaalayy pertama saya dengar ketika ada seorang mahasiswa bertanya kepada seorang wanita dikampus, yaakaalayy yang arti sebenarnya adalah yaaialah yang maksud nya mengungkapkan hal yang dianggap tidak wajar. kata-kata itu terjadi jika ada salah seorang mahasiswa berkata yang tidak wajar di ucapkan, sehingga orang yang mendengarnya berkata yaakaalayy. kata-kata itu pertama kali di ucapkan oleh seorang wanita yang bernama Dwi Cipta Pertiwi, dia adalah teman sekelas saya yang selalu berkata yang tidak wajar di ucapkan terkadang teman saya mngatakan " lu pake bahasa pelanet mana sii wi " . itu lah awal mula kata yaakalaaayy.

Kamis, 15 April 2010

Habib Rizieq Minta Ada Musyawarah PT Pelindo dengan Ahli Waris

Ketua ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab meminta agar segera persoalan administrasi mengenai sengketa makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, diselesaikan secara musyawarah antara PT Pelindo dengan pihak ahli waris makam. 
Hal ini disampaikan oleh Habib Rizieq dalam pertemuan mediasi antara Pemprov DKI, PT Pelindo, dan pihak ahli waris makam, di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis ( 15/4/2010 ). 
"Kita minta supaya ini betul-betul diselesaikan secara kekeluargaan, secara musyawarah. Harus dielesaikan sampai tuntas," kata Habib Rizieq. 
Sebelumnya, Wakil Gubernur Prijanto dalam sambutannya mengatakan, tidak akan membahas masalah administrasi kepemilikan tanah makam tersebut di dalam mediasi hari ini. Pertemuan hanya akan membahas persoalan yang bersifat umum saja mengenai insiden kemarin. 
Habib Rizieq mengatakan, penyelesaian lewat jalur musyawarah akan dapat memberikan hasil yang lebih baik. Ia secara tegas menolak bila persengketaan ini diselesaikan melalui jalur hukum. 
"Kalau pun dibawa ke jalur hukum masyarakat di sana sudah ambruk kepercayaannya pada penegak hukum. Nanti menjadi ada tuduhan bahwa yang punya uang-lah yang akan menang. Artinya ini tak akan menyelesaikan persoalan," tegasnya.
sumber : http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/04/15/15451414/Habib.Rizieq.Minta.Ada.Musyawarah.PT.Pelindo.dengan.Ahli.Waris

Ahli Waris Mbah Priuk Minta Pelindo "Diikat" Secara Tertulis



JAKARTA, Pihak ahli waris Habib Hasan Muhammad Al Haddad alias Mbah Priuk meminta PT Pelindo II kali ini memenuhi janjinya. Dalam pertemuan mediasi yang dimediatori Pemda DKI Jakarta, Kamis (15/4/2010), PT Pelindo II menyatakan siap memenuhi keinginan pihak ahli waris dan umat muslim Tanjung Priok agar tak mengganggu gugat keberadaan makam Mbah Priuk.
Pengacara ahli waris, Yan Djuanda mengatakan, sebelumnya Pelindo juga pernah mengungkapkan janji yang sama. Kenyataannya, menurut dia, janji tersebut selalu diingkari. "Kami minta secara tertulis, karena pihak Pelindo sudah janji-janji dari dulu," kata Yan, di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta.
Yan melanjutkan, pihak Pelindo dinilai keterlaluan karena hanya akan memberikan lahan seluas 100 meter dan hanya menyisakan makam Mbah Priok seluas 5x5 meter. "Ini kenyataannya, berdasarkan surat yang kami terima dari Pelindo. Makam hanya disisakan 5x5 meter di atas tanah 100 meter. Bukan hanya itu, dalam surat itu juga disebutkan bahwa kegiatan ziarah hanya boleh setahun sekali dengan jumlah peziarah hanya 10 orang," paparnya.
Hal itu dinilai tidak melihat kenyataan bahwa makam Mbah Priuk selalu rutin diziarahi umat Muslim yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Oleh karena itu, janji Pelindo yang akan memberikan ruang lebih luas untuk makam, pendopo dan majelis zikir harus dituangkan secara tertulis. Pelindo juga menjanjikan akan membangun akses jalan khusus bagi peziarah agar tak mengganggu aktivitas peti kemas pelabuhan.
sumber :
http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/04/15/16154080/Ahli.Waris.Mbah.Priuk.Minta.Pelindo.Diikat.Secara.Tertulis.

Jumat, 26 Maret 2010

Laporan Ilmiah

Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah.
1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.
1. Bagian Pendahuluan, terdiri atas:
    a. Judul b. Kata Pengantar c. Daftar Isi
2. Bagian Isi, terdiri atas:
    a. Pendahuluan b. Bahan dan Metode c. Hasil Kegiatan d. Pembahasan
3. Bagian Penutup, terdiri atas:
    a. Daftar Pustaka b. Lampiran
Berikut ini adalah beberapa langkah penulisan laporan ilmiah yang patut Anda perhatikan.
1. Tuliskan outline secara sederhana dengan mengatur topik-topik dalam urutan yang logis, konsisten, dan sistematis.
2. Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul, subjudul, bagian, dan subbagian.
3. Tuliskan hal yang akan diuraikan pada setiap judul, subjudul, bagian, dan subbagian.
4. Cantumkan pada setiap judul, subjudul, bagian, dan subbagian beberapa tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik yang dapat melengkapi argumentasi dalam bahasan.
5. Penulisan laporan mengacu pada outline yang sudah dilengkapi dengan tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik lain.
6. Pada awal menulis, jangan terlalu memperhatikan gaya bahasa yang digunakan karena penulis harus langsung menuju sasaran untuk menyelesaikan draft pertama dari laporan lengkap.
7. Gaya bahasa, sebaiknya, diperbaiki setelah draft pertama dari laporan lengkap selesai ditulis, dengan memerhatikan:
a. konsistensi dan kesinambungan materi;
b. menghilangkan pengulangan makna kalimat agar kalimat menjadi jelas dan tulisan menjadi ringkas; dan
c. memperhatikan cara penulisan rujukan.
Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan saat penulisan rujukan atau daftar pustaka.
Laporan ilmiah, biasanya, dilengkapi dengan daftar pustaka. Daftar pustaka berisi daftar buku-buku atau referensi yang dijadikan rujukan dalam laporan ilmiah.
Berikut cara penulisan daftar pustaka.
a. Nama penulis dalam daftar pustaka dituliskan secara terbalik.
Artinya, nama belakang ditulis di awal. Lalu, diikuti nama depannya. Cara penulisan ini berlaku secara internasional, tanpa mengenal tradisi dan kebangsaan.
Contoh:
Mochtar Lubis ditulis Lubis, Mochtar.
Djago Tarigan ditulis Tarigan, Djago.
b. Jika sumber buku tersebut ditulis oleh dua orang, nama pengarang dituliskan semuanya, tetapi nama yang penulisannya dibalikkan hanya nama penulis yang pertama.
Contoh:
Sofia, Adib dan Sugihastuti. 2003. Feminisme dan Sastra: Menguak Citra Perempuan dalam Layar Terkembang. Bandung: Katarsis.
c. Jika sumber buku tersebut ditulis oleh lebih dari dua orang, yang ditulis hanya nama penulis pertama dan diikuti dengan et all. (et allii = dan lain-lain) atau dan kawan-kawan (dkk.).
Contoh:
Elias, Maurice J. (dkk.) 2002. Cara-Cara Efektif Mengasah EQ Remaja. Bandung: Kaifa.
d. Penulisan judul buku digarisbawahi atau dicetak miring.
e. Urutan penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan abjad penulis setelah nama penulis dibalik. Dalam daftar pustaka, tidak perlu digunakan nomor urut.
f. Baris pertama diketik mulai ketukan pertama dari batas tepi margin dan baris berikutnya diketik mulai ketukan kelima atau satu tab dalam komputer.
g. Jarak antara baris pertama dengan baris berikutnya yang merupakan kelanjutannya adalah spasi rapat. Jarak antara sumber satu dengan sumber lainnya adalah spasi ganda.
Contoh:
Sofia, Adib dan Sugihastuti. 2003. Feminisme dan Sastra: Menguak Citra Perempuan dalam Layar Terkembang. Bandung: Katarsis.
Elias, Maurice J. (dkk.) 2002. Cara-Cara Efektif Mengasah EQ Remaja. Bandung: Kaifa.
Berdasarkan penjelasan tersebut, unsur-unsur dalam Daftar Pustaka dapat kita gambarkan seperti berikut.
Nama Penulis (dibalik). Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit: Penerbit.
Selain memperhatikan bagian-bagiannya, perhatikan pula penggunaan
tanda baca. Selain buku, artikel surat kabar, makalah, dan skripsi
atau tesis pun sering dijadikan sumber rujukan karya tulis. Berikut cara
penulisannya dalam Daftar Pustaka.
1) Sumber berupa artikel surat kabar
Cara penulisannya:
Kusmayadi, Ismail. 2007. “Optimistis Menghadapi Ujian
Nasional”. Pikiran Rakyat (18 April 2007).
2) Sumber berupa makalah
Cara Penulisannya:
Harjasudana, Ahmad Slamet. 1999. “Kondisi Kebahasaan dan Pendidikan Bahasa Dikaitkan dengan Pengembangan Kompetensi Komunikatif”. Makalah seminar, UPI Bandung.
3) Sumber berupa skripsi atau tesis
Cara penulisannya:
Rahmawati, Eva. 2007. Pelajaran Membaca Cepat dengan Teknik Browsing (Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Handayani 2 Tahun Pelajaran 2006/2007). Skripsi Sarjana pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Sekarang, sumber informasi sudah semakin canggih dan lengkap.
Teknologi internet telah menyediakan beragam informasi yang mudah untuk diakses. Bagaimana kita menuliskan sumber dari internet di dalam Daftar Pustaka? Berikut cara penulisannya.
1) Jika karya perorangan, cara penulisannya:
Pengarang/penyunting. Tahun. Judul (edisi). [jenis medium].
Tersedia: alamat di internet. [tanggal akses].
Contoh:
Thompson, A. 1998. The Adult and the Curriculum. [Online].
Tersedia: http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.
[30 Maret 2000].
2) Jika artikel dalam surat kabar, cara penulisannya:
Pengarang. (tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama surat kabar [jenis media], jumlah halaman. Tersedia: alamat internet [tanggal akses].
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April). “Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh”. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8.
Tersedia: http://www.pikiran-rakyat. com. [9 Maret 2000].
sumber : http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/29/menyusun-laporan-ilmiah/
Nama Kelompok :
1. Muslihun
2. Soegiharto Sugiono
3. Rakhmat Dwi Prasetyo
4. Artanto Dwi Brahmanda
5. Bayu Prasetoi
6. aji
7. Tomi

Kamis, 11 Maret 2010

Bersama Kita Bisa

ingin selamanya bersama-sama
smoga saja ini bisa terwujud
ada kalanya kita bertengkar
tapi itu semua
adalah
bumbu dari
persahabatan
karena
tidak ada
yang selalu
slamanya akan baik-baik saja
tapi semua itu
adalah
awal yang bagus
untuk menjadi teman sejati

Senin, 01 Maret 2010

Tiada Berujung

Kemana mau melangkah kaki ini, sulit bagiku untuk menentukannya tuhan tolonglah aku untuk mencari jaln yang benar dan lurus agar kaki ini tidak tersesat dikemudian hari dan tersesat di ditengah jalan. mencari jalan yang tak pernah berujung, tak ada kepasatian kecuali kita sendiri yang menentukannya. bagaiman cara yang terbaik untuk menunjukkan jalan yang terbaik ada beberapa cara agar kita ttidak tidak tersesat didalam kehidupan kita :
1. memintalah pertolongan kepada allah ta'ala
2. turuta apa kata hatimu kenana harus melangkah 
3, selalu rajin dalam menjalankan ibadah kepada allah
4. menjauhi segala kesalahan
5. bertaubat kepada allah
6. menjauhi segala larangannya.
7. selalu bersyukur kepada allah



Itu adalh cara agar kita tidak tersesat di dalam kehidupan kita .berdoa kepada allah .Semoga kita selalu dijalan yang benar dan selalu diridoi oleh Allah SWT .Amin